Senin, 15 Oktober 2012

Analisis unsur instrinsik novel "Frans dan sang balerina"



   SINOPSIS

            Pagi itu Liana terburu-buru untuk bergegas berangkat sekolah. Hari itu dia bangun kesiangan. Liana adalah murid La Grande Ballet School (LGBS). LGBS adalah sekolah yang khusus mempersiapkan murid-muridnya untuk menjadi penari profesional. Selain itu mereka juga mendapatkan pendidikan layaknya di sekolah umum lain. Walaupun Liana sekolah di LGBS, tetapi dia masih tidak yakin apakah dirinya akan menjadi penari balet professional.

            Hingga suatu ketika, saat Liana sedang mengikuti kelas balet Mrs.Anna. dia mendapatkan teguran dan komentar yang begitu sadis dari Mrs. Anna. Sbenarnya ini bkanlah yang pertama kali, tapi kali ini Liana sudah tidak tahan lagi dan meninggalkan kelas balet begitu saja.

            Dalam perjalanan pulang, Liana tergiur dengan es krim yang di jual di depan toko bunga prelude. Diapun memesan double scoops es krim strawberry. Namun tiba-tiba ia dikagetkan oleh suara letusan balon milik anak kecil di depannya hingga es krim di tangannya terpental entah kmana. Liana kebingungan mencari es krimnya yang ternyata hinggap di atas kepala seorang lelaki. Liana langsung menghampiri lelaki itu dan membawanya ke kran taman kota untuk membersihkan rambut lelaki itu yang tak lain bernama Frans. Frans juga sempat mengajak Liana menari balet karena dia tau kalau Liana sekolah di LGBS. Itulh pertamakali mereka bertemu. Dan frans berjanji akan menemui liana di LGBS.

***

            Sejak pertemuannya dengan Frans, Liana kebih giat lagi berlatih balet hingga membuat sahabatnya Erika terheran-heran. Dan liana menunggu kedatangan frans di LGBS selama berhari-hari. Namun Frans tak kunjung tiba dan membuat Liana melai patah semangat dan merasa di bohongi. Liana berubah malas lagi dan membuat Erika bertanya kepada Liana. Lianapun menceritakan tentang opertemuannya dengan Frans.

              Dan saat mengikuti kelas balet Nrs.Anna, tiba-tiba Liana di minta untuk mengikuti kelas tambahan. Dan itu membuat Liana semakin kesal. Apalagi Frans yang tak kunjung menemuinya. Lianapun melampiaskan amarahnya dengan memesan beberapa makanan super jumbo di kantin. Tapi, saat Liana hendak menyantap maknannya, tiba-tiba seseorang telah menyantap makanan itu terlebih dahulu. Orang itu tak lain adalan Frans. Dia menepati janjinya kepada Liana dan memberi Liana semangat untuk mengikuti kelas tambahan. Bahkan ketika Liana mendapatkan kesulitan ketika di suruh menarikan tarian Primadona oleh Mrs.Anna, Frans membantu Liana dengan memberi isyarat Gerakan tarian Primadona dari luar melalui jendela kelas.
***
           
            Beberapa hari setelah pertemuannya dengan Frans, Frans menghilang lagi tanpa ada kabar apapun. Dan itu semakin membuat Liana  merasa di permainkan. Erikapun semakin penasaran dengan teman baru Liana itu. Dan setelah Liana memberi tahu erika bahwa dia bernama Frans, Erika terkejut dan menunjuk sebuah poster tua yang menempel di koridor . di poster itu tertulis  “ LA GRANDE BALLET SCHOOL PROUDLY PRESENT ‘APOLLO’, FRANS THOMAS ANTHONY. Yang sejatinya, Frans telah meninggal beberapa tahun silam. Liana juga sempat terkejut, karna wajanya nyaris mirip. Dan Liana mencari informasi tentang Frans di perpustakkan dan buku alumni skolah LGBS. Dan memang benar, Frans yang dia kenal adalah Frans yang sudah meninggal itu. Dan membuat liana sangat ketakutan.

            Hingga pada suatu pagi, Frans sudah berdiri di gerbang sekolah menunggu kedatangan Liana. Itu membuat Liana takut stengah mati. Liana selalu berusaha menghindar dengan cara masuk ke sekolah melalui pintu belakang, namun Frans sudah menantinya di sana. Dan Frans juga merasa kalau Liana berusaha menghindar darinya shingga mencengkram lengan Liana. Frans tetap mengganggu Liana tanpa henti, hingga akhirnya Liana begitu marah dan memintanya agar tidak mengganggu hidupnya lagi. Dan akhirnya, Franspun menuruti permintaan Liana. Frans hanya berpesan jika Liana membutuhkannya, panggil saja namanya.

            Setelah permintaannya kepada Frans, Frans benar-benar tidak mengganggu Liana lagi. Tapi itu membuat Liana merassa kangen, Ketika Liana berlatih pas de deux primadona  bersamapasangannyadengan Bram untuk mengikuti seleksi LGBC. Yaitu sekolah Lanjutan dari LGBS yang lebih senior. Tapi Bram sangat kasar dan tak berekspresi,dan tidak mau melanjutkan latihan. Tiba-tiba, saat Liana sedang merenung Frans datang dan mengajak untuk menarikan primadona dengannya. Entah kenapa Liana menyambut ajakan Frans tersebut. Dan dia selalu merasa senang ketika menari bersama Frans.
           
Usai menari bersama, Liana menuntut penjelasan terhadap Frans tentang siapakah dirinya. Franspun menjelaskannya. Dia merasa seperti terombang ambing di LGBS tanpa dia tau apakah dirinya masih hidup atau tidak. Hanya namanya yang ia tau.

***
            Akhirnya, Lianapun berteman degan Frans, bahkan lebih. Frans memberi kelas privat khusus untuk latihan bersamanya. Hri demi haripun di jalani Liana untuk latihan bersama Frans di Studio 5. Dan tarian Liana juga semakin bagus. Hingga akhirnya tibalah saatnya audisi. Mulanya Liana di pasangkan dengan Bram, tapi karena bram terlalu kasar, Mr.Adam meminta Charlie yang menemani Liana menari. Dan tarian merekapun berjalan dengan lancar. 
           
Hingga akhirnya, pengumuman kelulusan murid rekomendasipun telah tiba. Ternyata Liana dan Charlie yang terpilih. Itu membuat Erika semakin benci terhadap liana yang sudah di pengaruhi oleh Fred. Fred adlah sahabat Frans, tetapi dia jahat. Karena Frans lebih berbakat dan sebenarnya tarian Primadona yang di kenal banyak orang adalah Cipttaan Fred, sebenarnya tarian itu adalah tarian frans. Fred mencurinya dari Frans. Dan itu membuat Liana benci sekali dan ingin mwngungkap semua kebenaran itu.
           
Dan saat Liana dan Charlie diberi kesempatan untuk menarikan Primadona, Liana memanfaatkan itu untuk menarikan tarian milik Frans yang sebenarnya. Bukan tarian milik Fred yang sudah ada yang di ubah dari aslinya. Tetapi sebenarnya yang menari dengan liana itu adalah Frans, bukan Charlie. Tarian yang dibawakan Liana dan Charlie di perhatikan oleh Mr.Adam karena memiliki beberapa perbedaan dengan tarian milik fred. Beliau tertarik untuk mengadakan konser pertunjukan primadona yang sudah di jelaskan oleh liana bahwa tarian tersebut adalah milik Frans, bukan Fred. Liana juga membawa Marie Lempika, teman seangkatan dengan Frans sebagai saksi. Karena dia yang mengetahui kejadian yang sebenarnya bahwa tarian itu adalah milik Frans, bukan Fred. Tetapi pengakuan itu malah menimbulkan pro dan kontra. Dan itu membuat Liana dan Charlie malah mendapatkan masalah besar karena di anggap mengada-ngada dan diminta oleh Mr.Adam untuk memberikan bukti yang lebih jelas. Atau kalau tidak, mereka akan di keluarkan dari sekolah barunya, yaitu LGBC. Keadaan itu semakin mempersulit Liana di tambah lagi Frans yang tak kunung tiba meskipun berulang kali Liana memanggilnya. Liana sempat mendapat kesulitan untuk mencari  bukti yang lebih kuat.

Hingga akhirnya, dia mendapatkan sebuah petunjuk surat milik Frans dari ibu angkatnya Joanna. Di dlamnya tertulis bahwa Frans sedang menciptakan tarian dan mengirimkan sebuah Vidio berisi tariannya bersama Maria. Selain itu, Charli dan Liana juga mencari informasi ke rumah sakit Phoenix. Tempat Maria lempika bekerja dan merupakan rumah sakit          saat Frans kritis karena terjatuh dari atas gedung. Mereka meminta bantuan dr.Edward untuk meminta data pasien yang pernah bermalam disana. Karena terbukti bahwa nama Frans tidak terdaftar di tahun saat dia masuk rumah sakit itu. Selain itu mereka juga mendapat penjelasan dari Pak Nano bahwa frans meninggal bukanlah bunuh diri tetapi di bunuh. Dan tarian primadona itu di curi oleh Fred ketika Frans hendak mengikuti kontes pencipta tarian besar-besaran di waktu itu. Tapi Frans mewurungkan niatnya untuk mengikuti kontes itu karena ia sangat terpukul karena ibu angkatnya meninggal karena kecelakaan pesawat saat hendak melihat pertunjukan kontes tarian Frans. Dan Fred memanfaatkan itu semua dengan mengambil alih tarian itu atas namanya.

Frans sangat marah ketika mengetahui Fred telah mengakui karyanya di muka umum meskipun ada beberapa gerakan yang dia ubah. Hingga akhirnya terjadi adu mulut dan Frans di dorong oleh Fred dari atas gedung. Maria yang sedari tadi mengikuti mereka, sangat marah kepada Fred dan menusuk Fred dengan pisau dari belakang. Apalagi Maria sangat mencintai Frans meskipun Frans hanya menganggapnya sebagai adik.

Tidak hanya berhenti di situ,  Liana dan Charlie juga mencari informasi dari berbagai pihak. Karena nampaknya, ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Maria. Mereka yakin bahwa Maria masih menyimpan sesuatu yang tidak mereka ketahui. Lia dan Charlie juga menemui monseur Jemond, selaku ayah angkat Frans yang kebetulan sedang ada di kota mereka untuk mengadakan Pameran lukisan besar-besaran. Dan mereka menjelaskan tentang maksud mereka. Beruntunglah Monseur Jemon masih menyimpan Video rekaman tarian Frans dan bersedia memberikannya kepada Liana dan Charlie untuk bukti.

Dan suatu Hal yang sangat mencengangkan bahwa, di perkirakan Frans masih hidup dan di rawat di Rumah Maria. Akhirnya, Liana dan Charlie membuktikan sendiri dengan cara menyamar jadi dokter dan masuk ke dalam Rumah Maria. Alhasil, ternyata benar. Ada seorang lelaki setengah baya yang terbaring lemah di sebuah kamar dan memanggil nama Maria. Orang itu tak lain adalah frans. Liana sangat senang dan langsung memeluk Frans. Tapi, ketika itu pula Maria datang dan marah-marah karena mengetahui bahwa Liana dan Charlie telah lancang masuk ke dalam Rumahnya.

Maria mengusir mereka, tapi Frans malah membela mereka dan Frans tidaak menghiraukan cinta dari Maria selama ini. Maria sangat kecewa karena pengorbanannya kepada Frans tidak ada harganya dan Frans tetap menganggapnya hanya sebagai adiknya saja. Hingga akhirnya Maria bunuh diri dengan minum obat tidur yang over dosis seperti dirinya membunuh Suaminya sendiri hanya untuk dapat membela Frans dan dapat merawat Frans.

Alhasil, liana dapat menunjukkan semua bukti-bukti yang cukup kuat di tambah lagi dengan adanya Frans yang masih hidup. Dan itu membuat Charlie dan Liana tidak jadi di keluarkan dari LGBC. Dan Meskipun Charlie sudah dengan sabar menemani Liana, perhatiannya, dan ia telah mengutarakan perasaannya kepada Liana, tetapi Liana lebih memilih untuk Berteman dengan Charlie dan melanjutkan hubungannya dengan Frans. Dan semuanya telah usai. Tidak ada dendam di masa lalu. Hanya ada masa depan yang indah di antara Liana dan Frans. Misteri pembunuhan Frans telah terungkap, dan Erika juga bersikap baik Lagi kepada Liana karena sudah terlepas dari pengaruh buruk Fred. Dan merekapun menjali hidup normal mereka seperti sedia kala.
           




UNSUR INSTRINSIK
FRANS DAN SANG BALERINA

Analisis unsur instrinsik novel :
Ø  Tema mayor   : mengungkap sebuah kebenaran
Ø  Tema minor    : mengungkap misteri pembunuhan Frans dan pencipta tarian Primadona sesungguhnya.
Ø  Alur                 : gabungan
Ø  Sudut pandang            : tokoh utama pelaku utama
Ø  Tahapan alur   :  
§  Pengenalan     :  
Pagi itu Liana terburu-buru untuk bergegas berangkat sekolah. Hari itu dia bangun kesiangan. Liana adalah murid La Grande Ballet School (LGBS). LGBS adalah sekolah yang khusus mempersiapkan murid-muridnya untuk menjadi penari profesional. Selain itu mereka juga mendapatkan pendidikan layaknya di sekolah umum lain. Walaupun Liana sekolah di LGBS, tetapi dia masih tidak yakin apakah dirinya akan menjadi penari balet professional.
            Hingga suatu ketika, saat Liana sedang mengikuti kelas balet Mrs.Anna. dia mendapatkan teguran dan komentar yang begitu sadis dari Mrs. Anna. Sbenarnya ini bkanlah yang pertama kali, tapi kali ini Liana sudah tidak tahan lagi dan meninggalkan kelas balet begitu saja.
            Dalam perjalanan pulang, Liana tergiur dengan es krim yang di jual di depan toko bunga prelude. Diapun memesan double scoops es krim strawberry. Namun tiba-tiba ia dikagetkan oleh suara letusan balon milik anak kecil di depannya hingga es krim di tangannya terpental entah kmana. Liana kebingungan mencari es krimnya yang ternyata hinggap di atas kepala seorang lelaki. Liana langsung menghampiri lelaki itu dan membawanya ke kran taman kota untuk membersihkan rambut lelaki itu yang tak lain bernama Frans. Frans juga sempat mengajak Liana menari balet karena dia tau kalau Liana sekolah di LGBS. Itulh pertamakali mereka bertemu. Dan frans berjanji akan menemui liana di LGBS.

§  Penampilan Masalah :
Beberapa hari setelah pertemuannya dengan Frans, Frans menghilang lagi tanpa ada kabar apapun. Dan itu semakin membuat Liana  merasa di permainkan. Erikapun semakin penasaran dengan teman baru Liana itu. Dan setelah Liana memberi tahu erika bahwa dia bernama Frans, Erika terkejut dan menunjuk sebuah poster tua yang menempel di koridor . di poster itu tertulis  “ LA GRANDE BALLET SCHOOL PROUDLY PRESENT ‘APOLLO’, FRANS THOMAS ANTHONY. Yang sejatinya, Frans telah meninggal beberapa tahun silam. Liana juga sempat terkejut, karna wajanya nyaris mirip. Dan Liana mencari informasi tentang Frans di perpustakkan dan buku alumni skolah LGBS. Dan memang benar, Frans yang dia kenal adalah Frans yang sudah meninggal itu. Dan membuat liana sangat ketakutan.
            Hingga pada suatu pagi, Frans sudah berdiri di gerbang sekolah menunggu kedatangan Liana. Itu membuat Liana takut stengah mati. Liana selalu berusaha menghindar dengan cara masuk ke sekolah melalui pintu belakang, namun Frans sudah menantinya di sana. Dan Frans juga merasa kalau Liana berusaha menghindar darinya shingga mencengkram lengan Liana. Frans tetap mengganggu Liana tanpa henti, hingga akhirnya Liana begitu marah dan memintanya agar tidak mengganggu hidupnya lagi. Dan akhirnya, Franspun menuruti permintaan Liana. Frans hanya berpesan jika Liana membutuhkannya, panggil saja namanya.
            Setelah permintaannya kepada Frans, Frans benar-benar tidak mengganggu Liana lagi. Tapi itu membuat Liana merassa kangen, Ketika Liana berlatih pas de deux primadona  bersamapasangannyadengan Bram untuk mengikuti seleksi LGBC. Yaitu sekolah Lanjutan dari LGBS yang lebih senior. Tapi Bram sangat kasar dan tak berekspresi,dan tidak mau melanjutkan latihan. Tiba-tiba, saat Liana sedang merenung Frans datang dan mengajak untuk menarikan primadona dengannya. Entah kenapa Liana menyambut ajakan Frans tersebut. Dan dia selalu merasa senang ketika menari bersama Frans.
            Usai menari bersama, Liana menuntut penjelasan terhadap Frans tentang siapakah dirinya. Franspun menjelaskannya. Dia merasa seperti terombang ambing di LGBS tanpa dia tau apakah dirinya masih hidup atau tidak. Hanya namanya yang ia tau.
§  Klimaks          :
Akhirnya, Lianapun berteman degan Frans, bahkan lebih. Frans memberi kelas privat khusus untuk latihan bersamanya. Hri demi haripun di jalani Liana untuk latihan bersama Frans di Studio 5. Dan tarian Liana juga semakin bagus. Hingga akhirnya tibalah saatnya audisi. Mulanya Liana di pasangkan dengan Bram, tapi karena bram terlalu kasar, Mr.Adam meminta Charlie yang menemani Liana menari. Dan tarian merekapun berjalan dengan lancar. 
            Hingga akhirnya, pengumuman kelulusan murid rekomendasipun telah tiba. Ternyata Liana dan Charlie yang terpilih. Itu membuat Erika semakin benci terhadap liana yang sudah di pengaruhi oleh Fred. Fred adlah sahabat Frans, tetapi dia jahat. Karena Frans lebih berbakat dan sebenarnya tarian Primadona yang di kenal banyak orang adalah Cipttaan Fred, sebenarnya tarian itu adalah tarian frans. Fred mencurinya dari Frans. Dan itu membuat Liana benci sekali dan ingin mwngungkap semua kebenaran itu.
            Dan saat Liana dan Charlie diberi kesempatan untuk menarikan Primadona, Liana memanfaatkan itu untuk menarikan tarian milik Frans yang sebenarnya. Bukan tarian milik Fred yang sudah ada yang di ubah dari aslinya. Tetapi sebenarnya yang menari dengan liana itu adalah Frans, bukan Charlie. Tarian yang dibawakan Liana dan Charlie di perhatikan oleh Mr.Adam karena memiliki beberapa perbedaan dengan tarian milik fred. Beliau tertarik untuk mengadakan konser pertunjukan primadona yang sudah di jelaskan oleh liana bahwa tarian tersebut adalah milik Frans, bukan Fred. Liana juga membawa Marie Lempika, teman seangkatan dengan Frans sebagai saksi. Karena dia yang mengetahui kejadian yang sebenarnya bahwa tarian itu adalah milik Frans, bukan Fred. Tetapi pengakuan itu malah menimbulkan pro dan kontra. Dan itu membuat Liana dan Charlie malah mendapatkan masalah besar karena di anggap mengada-ngada dan diminta oleh Mr.Adam untuk memberikan bukti yang lebih jelas. Atau kalau tidak, mereka akan di keluarkan dari sekolah barunya, yaitu LGBC. Keadaan itu semakin mempersulit Liana di tambah lagi Frans yang tak kunung tiba meskipun berulang kali Liana memanggilnya. Liana sempat mendapat kesulitan untuk mencari  bukti yang lebih kuat.

§  Anti Klimaks  :
Hingga akhirnya, dia mendapatkan sebuah petunjuk surat milik Frans dari ibu angkatnya Joanna. Di dlamnya tertulis bahwa Frans sedang menciptakan tarian dan mengirimkan sebuah Vidio berisi tariannya bersama Maria. Selain itu, Charli dan Liana juga mencari informasi ke rumah sakit Phoenix. Tempat Maria lempika bekerja dan merupakan rumah sakit             saat Frans kritis karena terjatuh dari atas gedung. Mereka meminta bantuan dr.Edward untuk meminta data pasien yang pernah bermalam disana. Karena terbukti bahwa nama Frans tidak terdaftar di tahun saat dia masuk rumah sakit itu. Selain itu mereka juga mendapat penjelasan dari Pak Nano bahwa frans meninggal bukanlah bunuh diri tetapi di bunuh. Dan tarian primadona itu di curi oleh Fred ketika Frans hendak mengikuti kontes pencipta tarian besar-besaran di waktu itu. Tapi Frans mewurungkan niatnya untuk mengikuti kontes itu karena ia sangat terpukul karena ibu angkatnya meninggal karena kecelakaan pesawat saat hendak melihat pertunjukan kontes tarian Frans. Dan Fred memanfaatkan itu semua dengan mengambil alih tarian itu atas namanya.
Frans sangat marah ketika mengetahui Fred telah mengakui karyanya di muka umum meskipun ada beberapa gerakan yang dia ubah. Hingga akhirnya terjadi adu mulut dan Frans di dorong oleh Fred dari atas gedung. Maria yang sedari tadi mengikuti mereka, sangat marah kepada Fred dan menusuk Fred dengan pisau dari belakang. Apalagi Maria sangat mencintai Frans meskipun Frans hanya menganggapnya sebagai adik.
Tidak hanya berhenti di situ,  Liana dan Charlie juga mencari informasi dari berbagai pihak. Karena nampaknya, ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Maria. Mereka yakin bahwa Maria masih menyimpan sesuatu yang tidak mereka ketahui. Lia dan Charlie juga menemui monseur Jemond, selaku ayah angkat Frans yang kebetulan sedang ada di kota mereka untuk mengadakan Pameran lukisan besar-besaran. Dan mereka menjelaskan tentang maksud mereka. Beruntunglah Monseur Jemon masih menyimpan Video rekaman tarian Frans dan bersedia memberikannya kepada Liana dan Charlie untuk bukti.
Dan suatu Hal yang sangat mencengangkan bahwa, di perkirakan Frans masih hidup dan di rawat di Rumah Maria. Akhirnya, Liana dan Charlie membuktikan sendiri dengan cara menyamar jadi dokter dan masuk ke dalam Rumah Maria. Alhasil, ternyata benar. Ada seorang lelaki setengah baya yang terbaring lemah di sebuah kamar dan memanggil nama Maria. Orang itu tak lain adalah frans. Liana sangat senang dan langsung memeluk Frans. Tapi, ketika itu pula Maria datang dan marah-marah karena mengetahui bahwa Liana dan Charlie telah lancang masuk ke dalam Rumahnya.
Maria mengusir mereka, tapi Frans malah membela mereka dan Frans tidaak menghiraukan cinta dari Maria selama ini. Maria sangat kecewa karena pengorbanannya kepada Frans tidak ada harganya dan Frans tetap menganggapnya hanya sebagai adiknya saja. Hingga akhirnya Maria bunuh diri dengan minum obat tidur yang over dosis seperti dirinya membunuh Suaminya sendiri hanya untuk dapat membela Frans dan dapat merawat Frans.
§  Penyelesaian  :
Alhasil, liana dapat menunjukkan semua bukti-bukti yang cukup kuat di tambah lagi dengan adanya Frans yang masih hidup. Dan itu membuat Charlie dan Liana tidak jadi di keluarkan dari LGBC. Dan Meskipun Charlie sudah dengan sabar menemani Liana, perhatiannya, dan ia telah mengutarakan perasaannya kepada Liana, tetapi Liana lebih memilih untuk Berteman dengan Charlie dan melanjutkan hubungannya dengan Frans. Dan semuanya telah usai. Tidak ada dendam di masa lalu. Hanya ada masa depan yang indah di antara Liana dan Frans. Misteri pembunuhan Frans telah terungkap, dan Erika juga bersikap baik Lagi kepada Liana karena sudah terlepas dari pengaruh buruk Fred. Dan merekapun menjali hidup normal mereka seperti sedia kala.



Ø  Penokohan :
1.     Liana           : penyayang,ceroboh, ngacok, berantakan
Bukti           : " aku gak mau kehilangan kamu "
" ia, gue tau gue emang ceroboh, ngacok, berantakan " ( Frans dan Sang Balerina: 103)
" mengubah kebiasaan sedikit aja kok crewet banget se " (Frans Dan Sang Balerina:97)
2.     Frans           : perhatian, baik, cerdas, ceria, penyayang, sedikit usil, romantis
Bukti           : " Jaga dirimu baik-baik " (Frans dan Sang Balerina : 46)
                    " Mencium kening " (Frans dan Sang Balerina :84)
  " Frans sering datang menggodaku " (Frans dan Sang Balerina :84)
 " Frans yang Cerdas, tampan, dan ceria mengikat banyak hati pengunjung panti asuhan " (Frans dan Sang Balerina : 203)
3.     Charrlie : ramah, perhatian, peduli, idaman wanita, tampan, romantis.
Bukti           : " dia sangat ramah " (Frans dan Sang Balerina :89)
  " Cowok paling tampan dan di idamkan " (Frans dan Sang Balerina : 22)
 " Ia (Charlie) tak pernah bosan mengunjungiku, menghiburku dengan berbagai cerita lucu, dan karangan bunga yang tak terhitung lagi " (Frans dan Sang Balerina : 145)
           
4.     Erika            : Sempurna, cantik, berbudi kuat, berubah jadi jahat dan berambisi.
Bukti           : " Terlalu sempurna " (Frans dan Sang Balerina :102)
                                      " Cantik dan berpribadi kuat " (Frans dan Sang Balerina : 19)
  " Berubah menjadi jahat dan berambisi " (Frans dan Sang Balerina : 107)
 " aku tidak menyangka Erika punya hati sejahat itu " (Frans dan Sang Balerina : 88)
5.     Fred             : pendendam, jahat, pembunuh, pencuri.
Bukti             : " Fred punya dendam besar padaku " (Frans dan Sang Balerina : 111)
  " Dia Cuma ingin terus menyakitiku " (Frans dan Sang Balerina : 112)
                                      " Dia yang membunuh aku " (Frans dan Sang Balerina : 119)
                                      " Fred mencuri primadonaku " (Frans dan Sang Balerina : 119)
6.     Bram           : kasar, tidak berkarakter, malas dingin.
Bukti : " Bram kasar dan tidak menari dengan perasaan " (Frans dan Sang Balerina : 35)
                                      " Malas berlatih " (Frans dan Sang Balerina : 39)
" Bram cowok yang dingin dan tidak berekspresi " (Frans dan Sang Balerina : 36)
7.     Mrs. Anna   : pelatih ballet, suka protes, centimen.
Bukti           : " Suka protes " (Frans dan Sang Balerina : 13)
                                      " Centimen " (Frans dan Sang Balerina : 25)
8.     Pak Andreass : guru sejarah
9.     Pak Rudi : pemain piano (Frans dan Sang Balerina : 35)
10.  Bella            : perhatian dan setia kawan
Bukti           : " Penuh perhatian dan setia kawan " (Frans dan Sang Balerina : 11)
11.  Bu Susi        : penjaga perpustakaan, ramah. (Frans dan Sang Balerina : 41)
12.  Mr. Addam : guru
13.  Mama Liana : mudah cemas, crewet.
Bukti           : " Mama cemas " (Frans dan Sang Balerina : 93)
" Mengubah kebiasaan sedikit saja kok crewet " (Frans dan Sang Balerina : 97)
14.  Pak Nano     : Ramah, seorang penjaga gedung. (Frans dan Sang Balerina : 193)
15.  Aidan           : adik Charlie. Menggemaskan.
Bukti           : " Aidan menggemaskan " (Frans dan Sang Balerina : 177)
16.  Bibi Hanna : Pembantu Frans.
17.  Dokteredward : ramah.
                Bukti                : " Sambung dokter Edward ramah " (Frans dan Sang Balerina : 270)
18.  Karen, Jill, Rira, dan Fanie : teman baru liana di LGBC
19.  Jonna : Ibu angkat Frans, pengasih dan peduli (Frans dan Sang Balerina : 237)
              Bukti             : " Ibu yang sangat mengasihi anaknya "(Frans dan Sang Balerina : 236)
20.  Maria Lempika/ Iveth conna Lempisca : egois, membunuh Fred dan Suaminya.
              Bukti             : " Maria bersikap keras agar hidup Frans tetap di pertahankan " (Frans dan Sang Balerina : 281)
21.  Monseur Jean Jemon : ayah angkat frans
22.  Ibu angkat maria : keras
              Bukti             : " Dia sangat keras kepada saya " (Frans dan Sang Balerina : 204)
23.  ayah angkat Maria : baik
              Bukti             : " Ayah saya sebenarnya baik " (Frans dan Sang Balerina : 204)


Ø  Latar :
1.     Latar Waktu   :  - Pagi
                                   " Pagi lia " (Frans dan Sang Balerina : 97)
                                   " Ah, masih pagi "  (Frans dan Sang Balerina : 9)
                                     " Malam telah berganti pagi " (Frans dan Sang Balerina : 139)

                                                   - Siang
                                                     " LGBS siang hari "(Frans dan Sang Balerina : 112)
                                     " Selamat siang anak-anak" (Frans dan Sang Balerina : 47)
                                                    
                                                   - Sore
                                   "Sebentar lagi matahari akan tenggelam, langit akan menjadi merah dan sore akan berganti malam"  (Frans dan Sang Balerina : 147)
                                                    
                                                  - Malam
                                                     " Kamar liana 19.00" (Frans dan Sang Balerina : 106)
  " LGBS di malam hari " (Frans dan Sang Balerina : 107)
                                                      " Malam itu tidurku lebih nyenyak " (Frans dan Sang Balerina : 193)
                                                 - Senin                                              
                                                    " Salah whoy.. sekarang tuh senin " (Frans dan Sang Balerina : 11)
-  Minggu
                                                     " hari minggu di rumah Liana "(Frans dan Sang Balerina : 96)

Novel : Arti Cinta 9



SEMBILAN ( ˘ ³˘)♥
Cuaca siang hari ini terasa gerah sekali. Padahal kipas dan jendela kamar sudah ku nyalakan dan di buka. Tapi entah mengapa masih terasa gerah hingga membuat konsentrasiku bubar mengerjakan tugas . pasalnya sudah seminggu lagi akan ujian kenaikan kelas. Sedangkan tugas ku masih banyak yang belum kelar. Yah, seminggu menjelang ujian guru-guru memang gila-gilaan member tugas. Padahal sudah mau ujian. tapi masih saja tugasnya bejibun. Sumpek gila jadinya. Bahkan Minggu siang kali ini lebih ku manfaatkan untuk mengerjakan tugas daripada bermain. Cukup melelahkan memang. Apalagi minggu siang kali ini terasa terik sekali. Membuatku kegerahan dan ingin menikmati makanan yang seger-seger.
Teringat akan yang seger-seger. Tiba-tiba aku teringat penjual es puter yang jualan tak jauh dari rumahku. Mungkin hanya sekitar 5 menitan menggunakan motor. Akupun mencari mas Revan untuk memintanya mengantarkanku Beli es.
“ Mas, anterin belie s puter dunk di daerah pangsud” pintaku manja
“ Aduh dek sorry banget. Mas Revan mau mandi dulu nih. Mas Revan sudah ada janji sama Mia ntar lagi. Ntar kalau telat kan enggak enak” tolak Mas Revan
“ ya Ampun mas, bentaran duank”
“aduh sorry dek, beneran deh. Keburu telat” tolak mas Revan sekali lagi yang membuatku kecewa. Tanpa basa-basi lagi aku langsung meninggalkan mas Revan yang telah bersiap-siap untuk mandi.
Sumpah demi apa deh, Mas Revan yang biasanya penurut dan penyayang banget sama adeknya kali ini seperti itu. Justru mementingkan orang lain yang tak lain adalah sahabatku sendiri. Menyebalkan banget. Penting mana sih sebenarnya. Aku sebagai adeknya atau Mia yang orang. Benar sih pacarnya, tapi tak bisakah mengantarkanku hanya sebentar saja?
Dengan perasaan yang masih berapi-api, akhirnya aku memutuskan untuk pergi sendiri ke pangsud untuk membeli es puter sesuai keinginanku. Ku ambil sepeda gunung milik Mas Revan yang dulu dia pakai ketika masih SMP. Dengan hati kecewa dan masih emosi, ku gayuh sepeda gunung tersebut yang sudah tampak sedikit buluk. Sesampai ditempat yang dituju. Aku memesan beberapa bungkus untuk ku nikmati di rumah. Dan tanpa perlu menunggu lama, es puter yang ku inginkanpun telah ku peroleh.
Namun sungguh sial kali ini. Saat dalam perjalanan pulang, sepeda gunung yang kunaiki tiba-tiba los. Akupun berhenti di tepian jalanyang dingin. Ku coba memperbaiki rantai jeruji besi yang los itu. Dan ku coba untuk memperbaikinya. Semakin membuat hatiku panas dan emosi di siang hari ini.  Berulang kali kucoba untuk memperbaikinya. Namun tetap saja gagal. Dengan putus asa dan bingung, akhirnya aku duduk terlebih dahulu ditepian jalan bersama sepedaku yang masih los. Harus kemanakah aku mencari bengkel? Tlpn papa atau mama enggak mungkin juga. Beberapa jam yang lalu mereka baru berangkat ke rumah tanteku yang di Surabaya. Akupun semakin kebingungan harus mencari bantuan kemana. Ingin rasanya aku menangis waktu itu. Namun kutahan.
Tiba-tiba, terlintas dipikiranku untuk menghubungi Excell. Kali aja dia lagi gak sibuk
“Cell.. lo dimana?” tanyaku langsung ketika telpon diangkat. Masih dengan nada panik.
“ada apa cha? Aku lagi maen di rumah Nino nih”
“ aduh, jauh gak dari pangsud? Kalau gak jauh bisa gak lo kesini bentaran aja. Sepeda aku los nih. Bingung” kataku bertubi-tubi dan mulai terisak karena kebingungan.
“ loh cha, kamu dimana? Tenang dulu yah, aku kesana bentar lagi. Tenangin diri kamu” balas Excell yang tampaknya panik juga disebrang telpon sana.
“ Hks, hks. Kalau jauh dari rumah Nino enggak apa deh cell. Biar ntar aku cari bantuan orang lain aja”
“ enggak kok deket cha, gue kesana bentar lagi. Tungguin ya” kata Excell yang di ikuti dengan telpon yang terputus.
Akupun mulai sedikit tenang karena Excell bakalan datang untuk membantuku. Namun sudah hampir setengah jam Excell tak kunjung tiba. Masak iya kena macetkah? Pikiranku semakin tak karuan dan rasa khawatir menyergapku lagi.
Ku coba menelfon Excell lagi untuk memastikan dimana keberadaannya. Namun belum sempat telpon diangkat, tampak motor Gp merah milik Excell mendekat kearahku. Syukurlah dia sudah datang.
“Loh cha, gimana ceritanya kamu bisa ada disini? Sendirian pula” tanya Excell yang tampak panik.
“ tadi aku mau beli es, trus gak ada yang mau nganter. Yudah deh beli sendiri. Eh gak taunya sepeda malah los” terangku pada Excell. Terang saja kalau  sepedanya los. Ya wajar sih, orang sepeda ini sudah lama enggak di gunakan.
“ gitu kenapa enggak telpon aku aja?” tanya Excell sembari mulai mengecek sepedanya “emang Mas Revan kemana?”
“ tau tuh nyebelin banget. Masak ia gak mau anterin aku gara-gara takut telat ketemu sama Mia. Nyebelin banget tau enggak”
“ohhh gitu, ya mungkin saja mereka ada acara cha”  terang excell menenangkanku
“tetep aja nyebelin” keluhku sembari membantu Excell memegangi sepeda.
Beberapasaat kemudian, sepedaku kini sudah bisa digunakan kebali. Excell mengantarkanku pulang dengan menggandeng alias menggeretku sembari bersepeda.
“gak mau masuk dulu cell?” tanyaku pada Excell
“enggak deh cha, enggak enak sendiri gak ada orang dirumahmukan?”
“iya sih hehhehe. Eh, btw thanks banget yah. Emangtadi rumah Nino dimana?” tanyaku dengan sedikit basa basi.
“hehehe, di daerah ranu yoso” terang Excell
“ ha? Katamu deket. Kan jauh cell dari pangsud. Gitu bilangnya deket. Bisa jadi 45 menit kalau perjalanan normal. Palingan tadi ngebut ya?” tanya ku menyelidik
“ hehehehe iya sih, kan kasian  ntar kamunya kalau kelamaan malah nangis lagi. Hahahaha” ledek Excell
“ huu,,, sialan kau”
( ˘ ³˘)♥

Tak terasa Azka sudah resmi lulus dari sekolah ku. Pertanda dia sudah mungkin tidak akan pernah datang kesekolah lagi. Dan itu membuat hari-hariku terasa sepi. Dengar-dengar Azka menjadi lulusan terbaik no 3 sekotaku. Itu tandanya berarti dia lulus. Dengan nilai baik pula. Syukurlah. Dan menurut berita yang beredar, dia telah diterima di PTN favorit dikotaku. Sedangkan dengan Mas Revan juga begitu pula. Dia telah diterima di PTN yang di inginkannya. Dan itu membuat Mas Revan semakin sibuk pula. Sudah seminggu terakhir ini dia jarang dirumah untuk mengurus berkas-berkas yang harus dilengkapi untuk kampusnya. Semakin sepii bnaget rumah tidak ada dia.
Seperti yang sedang ku rasakan saat ini dikantin sekolah bersama Mia. Tersa sepi banget tidak bisa mendapati Azka lagi. Apalagi besok senin sudah ulangan  kenaikan kelas. Pertanda aku harus belajar lebih giat lagi untuk masuk dijurusan yang ku inginkan.
“ Kok sepi gini yah?” tanyaku pada Mia yang tengah asik makan Mie Baksonya
“ sepi? Orang rame gini loh. Kamunya aja paling yang gitu. Soalnya udah gak ada Azka lagi disekolah. Jadi merasa kesepian deh” tukas Mia lemah lembut
“ Iya kali yah “
“ iya iyalah.. mau apa lagi? Tuh kan kamunya jadi patah hati lagi?? Udah dibilang jangan ngarep terlalu sekarang patah hati lagi deh jadinya”
“ iya sih Mia. Tapi rasanya enggak rela banget dia udah lulus dari sini.
Jadi ga bisa ketemu lagi. Kamu maintain nomernya dunk ke Mas Revan dia kan temennya. Paling enggak Mas Revan nyimpen nomermya. Yayayayaya?” pintaku sedikit memaksa
“yee.. bisa dibunuh aku cha sama Mas kamu. Lah wong aku ceweknya ngapa pula aku minta nomer cowok lain. Lah knapa enggak kamu sendiri aja yang minta? Kan adeknya!!”
“ya malu lah Mia… dikira ada apaan lagi”
“ hey.. ada neng ocha. Boleh gabung neng?” Tanya Nico yang tiba-tiba entah dari mana munculnya. Yah, beberapa terakhir ini dia memang sering menghubungiku. Sepertinya dia ada itikat untuk mendekatiku.
“ oh, boleh. Silahkan” kataku mempersilahkan. Terang saja aku tak dapat menolaknya. Kantin ini merupakan tempat umum. Jadi siapa saja bisa menggunakannya.  Tampak Nico yang berusaha menarik perhatianku dengan  mengajakku bercanda dan ngobrol dengan asyik. Membuatku sedikit lupa akan hari-hariku yang sepi tanpa adanya Azka. Ternyata Nico orangnya cukup asyik untuk di jadikan teman ngobrol.
( ˘ ³˘)♥
Besok merupakan hari terakhir ujian Akhir. Namun entah mengapa semangat belajarku semakin menurut. Seolah kehilangan arah dan terbebani sesuatu hal yang sangat berat. Namun entah apa. Membuat pikiranku semakin jenuh akan semua.
Ku tutup buku materi untuk ulangan besok dan aku segera bergegas untuk berdiri dari meja belajarku. Pikiranku terasa jenuh sekali seolah tak bisa mengolah lagi apa yang aku pelajari. Sehingga aku memutuskan untuk Chat saja Di Ym. Sapa tau ada Reza yang lagi On.
Namun di luar dugaanku. Kali ini Reza tidak On seperti yang aku harapkan. Padahal biasanya dia selalu hadir kapanpun saat aku menginginkanya. Namun tidak kali ini. Kemana perginya dia. Apakah dia sedang memiliki kesibukan? Ataukan memang aku yang sudah jarang on sehingga membuatnya jarang On juga? Ya, memang beberapa minggu terakhir ini aku sangat jarang sekali on. Bahkan untuk tegur sapa dengan Reza saja sudah jarang. Akhirnya ku urungkan niatku untuk chat. Membuat mood ku hilang seketika ketika tidak mendapati Reza di YM. Dan kuputuskan untuk bersantai saja di ranjang sembari mendengarkan music. Tiba-tiba Hpku berbunyi. Pertanda ada panggilan masuk.
Ku lirik layar Hpku. Ternyata dari nico. Dan ku angkat telpon dari Nico. Akhir-akhir ini aku memang semakin dekat dengan dia. Ternyata dia cukup menarik juga. Dan jujur saja, dia mampu mengalihkan perhatianku akan Azka. Dan aku senang, dia bisa mengisi hari-hariku yang terasa Hampa dengan canda tawanya yang sering menyapaku walau hanya sekedar dari sms, hp, ataupun saat istirahat.
“ Hallo..” spaku
“hai cha.. ganggu gak nih?” Tanya Nico basa-basi disebrang telpon
“enggak sih. Ada apa”
“ hehehe, gak ada apa-apa sih. Cuma pengen denger suara kamu aja. Eh besok pulang sekolah ikut yuk ke café bean. Besok kan udah terakhir ulangan tuh. Aku teraktir deh?” pinta Nico
“ em.. gimana ya? Lihat besok deh ya” jawabku terus terang aku masih belum tau. Karena besok belum tau juga jadwalku kemana. Takutnya sudah ada janji atau gimana. Pembicaraan kamipun berlanjut ke berbagai hal. Mulai dari hal yang tidak penting sampai curcol pun kami bicarakan. Diam-diam Nico telah mencuri hatiku.
( ˘ ³˘)♥

“eh, gimana? Ntar jadikan?” Tanya Nico pagi ini saat aku baru sampai ruang ujian. . Yah, dalam Semester kali ini aku dan Nico memang satu ruangan. Walaupun tidak duduk sebangku, namun membuat intensitaf kedekatan kami semakin terlihat.
“em.. boleh. Tapi bentar aja yah kak” kataku mengiyakan ajakan Nico. Toh hari ini merupakan ulangan semester terakhir. Mulai senen besok sudah mulai class meat yang biasanya diisi dengan remedial anak-anak yang nilainya masih dibawah KKM.
            Ujian hari ini berlanjar cukup lancar. Beruntung semalam aku sempat belajar walaupun tidak terlalu banyak. Jadi masih bisa mengerjakan soal-soalnya dengan baik yang InsyaAllah benar.
“ eh cha, jadi mau ke tempat Mia gak?” Tanya Excell saat keluar ruangan ujian. yah, ujian kali ini aku dan Excell memang berbeda ruangan.
“ em.. kayaknya enggak deh cell. Aku udah kadung ada janji nih” balasku ke Excell
“ Emang janji sama siapa? Katanya mau lihat Mia latihan Teater buat pementasannya” Tanya Excell menyelidik
“ aduh, tapi maaf banget deh kali ini. Next time aja yah. Senin mungkin. Hari ini aku ada janji sama Nico. Aku duluan yah” pintaku undur diri setelah Nico mengerim pesan singkat padaku
“ cha,,,” panggil Excell di belakangku yang tak kuhiraukan lagi karna Nico telah menunggu di gerbang sekolah. Dengan langkah lebar aku melangkah menuju gerbang sekolah. Tampak disana Nico telah menunggu dengan motornya.
Sesuai dengan rencana, aku dan Nico menuju ke café yang di maksud oleh Nico. Dan tentunya pulang juga bareng sama Dia. Bukan sama Excell lagi. Yah, akhir-akhir ini aku memang lebih sering pulang bareng Excell karena arah kami searah. Sedangkan biasanya kalau berangkat Papa yang mengantarkanku kesekolah.
“ cha.. mau pesan apa? “ Tanya Nico sesampai di café yang kita tuju
“ terserah deh kak. Ngikut aja” kataku ramah
Nicopun memesankaku makanan. Setelah memesan pesanan kami, aku dan Nico ngobrol berbagai hal yang diwarnai dengan canda tawa kami. Ternyata dia orangnya gokil juga. Dan ternyata dia romantic juga. Membuatku tersentuh saja ketika mengetahui bahwa dia memesankanku sebuah cake berbentuk hati yang mungil. Membuatku sayang untuk memakannya. Udah gitu dia perhatian pula. Benar-benar cowok idaman. Perhatian banget. Ehh
( ˘ ³˘)♥
Setelah pertemuanku dengan Nico yang terakhir kali itu, ternyata membekas dihatiku. Entah mengapa, seolah membuatku selalu tersenyum seperti malam hari ini dan membuatku lupa akan kesepianku dari Azka Denies. Ah.. apa ini? Apakah ini cinta? Tapi begitu cepatkah? Belum genap sebulan aku dekat dengan Nico, tapi dia sudah mampu membuatku tak karuan. Perasaanku seperti meletup-letup bagaikan pop corn. Mungkinkah iya ini cinta? Entahlah
Yang jelas aku sangat menikmati hubunganku saat ini dengan Nico. Seorang capten basket yang bertubuh jangkung itu mampu membuat hidupku lebih berwarna lagi.
Ah, selesai sudah ulangan semester kali ini. Membuatku seolah bebas dan leluasa untuk melakukan segala hal yang ku inginkan
Ku nyalakan PC komputer dikamarku. Dan ku buka YM ku. Semoga saja ada Reza. Aku ingin menceritakan tentang Nico dan sudah lama aku tidak chat dengannya. Membuatku sedikit kangen dengan Reza. Beruntung ternyata dia On juga.
Aku: haiii.. long time not see you.. make me miss you guys
Reza : hahahaha really? Me too cha J
Reza : how are you? How about ur exam?
Aku : fine. U?
Aku : Im happy now J
Reza : really? Bukankah terakhir kita chat kamu bilang sedih gara-gara di tinggal pujaan hatimu itu? J
Aku : hahha iya, tapi sekarang sudah enggak lagi. Did you know?
Reza : no !! tell me please
Aku : oke
Aku: akhir-akhir ini aku dkat sama seseorang
Reza: oh ya?
Aku : ya.. dia kakak kelasku. Selama ujian kemarin dia satu ruangan denganku
Reza : ow..
Aku : tadi aku habis keluar sama dia
Reza : hmm..
Aku : ternyata orangnya asik. Ngegemesin pula
Reza : boneka kali..
Aku : tapi benar-benar lucu rez..
Reza : iya iya.. percaya deh sama kamu cha J
Aku : Senyumannya sungguh indah. Sepertinya dia berusaha mendekatiku
Reza : sebaiknya kamu berhati-hati
Aku : Why?
Reza : tidak semua cowok baik
Aku : I see.. but dia perhatian banget. Sungguh buat aku happy hari ini.

Semalam suntuk aku habiskan untuk chat dengan Reza. Tampak antara kami saling berdiskusi dan tukar pikiran. Tapi ada yang aneh dari Reza kali ini. Dia tampak begitu dingin. Apakah dia chat sembari melakukan sesuatu? Entahlah. Yang jelas aku merasa ada yang berbeda dari dia.
( ˘ ³˘)♥