Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Oktober 2012

Novel : Arti Cinta Part 3


TIGA ( ˘ ³˘)♥


            Suasana Sekolah pagi ini tampak begitu ramai. Banyak siswa-siswi yang berlalu lalang di antara koridor sekolah. Ada yang tengah asik bercengkrama bersama segerombolan teman-temannya, ada pula yang tengah asik dengan pasangannya. Semua tampak begitu ceria yang seolah membuat seantero sekolah ini gaduh dengan canda tawa mereka.
Ya.. begitulah suasana sekolahku saat jam istirahat sedang berlangsung. Dari beberapa siswa yang tengah asik dengan kesibukannya masing-masing, aku lebih memilih duduk bersantai di taman belakang Sekolah di temani dengan semangkuk bakso dan novel baruku. Pemberian mas Revan beberapa hari yang lalu. Sembari menunggu Azka dikantin. Yah, seperti biasa. Rutinitasku ketika istirahat. Seperti ada rasa tidak rela ketika aku harus merelakan waktu istirahat begitu saja tanpa melihat Azka. Karna beberapa bulan lagi anak kelasXII ujian Akhir. Dan itu tandanya beberapa bulan lagi Azka sudah tamat dari sekolah ini. Seperti tidak rela, namun begitulah hidup. Terus berjalan walau sebenarnya kita tak ingin.
Namun sungguh tak disangka, orang yang aku tunggu-tunggu sedari tadi tidak muncul juga batang hidungnya. Sedikit ada rasa kecewa dalam hati. Namun tak dapat aku ungkapkan.
“ Whoy, sibuk banget bacabukunya. Baca buku apa ngelamun sih? “ Tanya Mia mengagetkanku.
“ hahaha tau nihsi ocha, tumben-tumbenan murung” sela Excell.
“ apaan sih kalian, pada sok tau. Gue rada mules nih “ belaku sedikit ngeles dan mengalihkan pembicaraan.
“ mending ke UKS aja gih. Daripada ntar knapa-napa lagi” pinta Excell mengingatkan. Memang sih, waktu itu perutku memang sakit.
“ enggak deh, ntar ka nada ulangan harian. Aku masih kuat kok “
( ˘ ³˘)♥

Hari-hariku semakin berat kurasa. Yah, akhir-akhir minggu ini aku sudah jarang Melihat Azka berkeliaran di sekitar Kantin. Entah kemana perginya. Terkadang aku mengikutinya ke perpustakaan ketika Azka berada disana. Seperti hari ini, aku sengaja mengembalikan buku yang aku pinjam- yang walaupun masih belum waktunya aku mengembalikan buku yang kupinjam. Namun sengaja aku kembalikan karna aku tau, tepat seminggu lalu Azka meminjam buku dan itu tandanya seharusnya hari ini dia mengembalikan buku.
Aku menunggu Azka sambil sedikit bermalas-malasan di antara bilik rak-rak buku perpustakaan sembari melihat-lihat buku koleksi perpustakaan. Siapa tau ada yang menarik untuk dibaca. Aku mengambil salah satu buku dari raknya. Buku itu tampak sudah kusam dan sedikit sulit untuk membuka tiap-tiap halaman. Seperti sudah lama tak ada orang yang mengabaikan keberadaan buku itu. Buku itu bertuliskan true love like mine. Seperti buku filosofi kuno dan kisah cinta anak manusia. 
Aku mulai membaca perlahan-lahan sembari membawa buku itu kearah meja baca perpustakaan. Buku ini tampak cukup menarik untuk dibaca. Dengan berjalan selangkah demi langkah, aku mendekati meja baca perpustakaan. Namun ketika aku hendak menarik salah satu kursi untuk kududuki, kursi tersebut tampak tak bisa digerakkan seolah tertahan. Ku alihkan pandanganku dari buku kea rah kursi. Benar saja tertahan. Ternyata sesosok lelaki muda tampan tengah menarik kursi tersebut juga bersamaan dengan aku. Membuat aku sedikit kaget dan tak percaya karena lelaki tersebut adalah orang yang aku tunggu sedari tadi diperpustakaan, yang tak lain adalah Azka.
“ Sorry “ pinta maafku hampir bersamaan dengan Azka. Darahku seolah berdesir dengan terlalu cepat tanpa harus disuruh.
“ silahkan “ Azka mempersilahkanku duduk terlebih dahulu. Ya tuhan, mimpi apa aku semalam. Dia mempersilahkanku duduk. Sosok azka yang cuek, kali ini tengah berbicara langsung denganku dan mempersilahkanku duduk.
“ kakak aja dulu, biar aku cari tempat lain”
“ no, ledies first” kak Azka mempersilahkanku. Yang akhirnya mau tidak mau akupun duduk dikursi tersebut dengan hati yang takkaruan.  Hal yang tak disangka-sangka berikutnya yang terjadi adalah, Azka ternyata duduk tepat bersebelahan disampingku. Ya tuhan… bantulah hambamu ini untuk tidak gerogi dan tampak tidak memalukan di depan Azka. Jangan buat hamba pingsan disini karna berada disamping dia.
Yah, memang inilah pertamakalinya aku duduk resmi berdua dan hanya berjarak beberapa cm saja dengan Azka. Dia membuat aku tidak konsen lagi dengan buku yang aku baca. Justru kugunakan kesempatan ini untuk melihat raut wajahnya lekat-lekat dimomen yang langka ini. Bibirnya yang tipis dan merah merona, hidungnya, matanya. Sungguh indah ciptaanmu ini tuhan. Jadi enggakkebayang deh bagaimana ketampanan nabi Yusuf dannabi Muhammad. Kalau manusia biasa saja sudah setampan ini,  lalu bagaimana dengan nabi Yusuf dan nabi Muhammad. Subhanallah.
Azka sendiri tampak sibuk dan focus dengan buku yang dibacanya. Sepertinya dia tengah mempelajari biologi kelas atas. Buku khusus yang memang sengaja di cetak dan diterbitkan sekolah kami untuk pengantar anak-anak Ipa untuk masuk ke jurusan kedokteran saat memasuki dunia perkuliahan. Dan sepertinya Azka berminat untuk itu.
( ˘ ³˘)♥
Aku : lo tau gak rez, hari ini gue seneg banget
Reza : why?
Aku : tadi pagi waktu disekolah aku duduk bersebelahan dengan dia
Aku : ceritanya lucu banget
Reza : oh ya? Cerita dunk ^^

Akupun menceritakan kejadian tadi pagi kepada reza. Yah, akhir-akhir ini aku lebih sering curhat bareng Reza disbanding dengan Mia karena akhir-akhir ini dia sedikit sibuk dengan organisasinya.
Tengah Asik chatting dengan Reza, tiba-tiba kak Revan nyelonong masuk ke kamarku.
“ dek,bsok kan minggu. Jalan jalan yuk “ ajak kak Revan sembari tiduran disampingku. Tepatnya di ranjangku.
“ em, enggak ada sih. Tapi males sih mau bngun pagi” hehee
“ye dasar qm itu kebo bnget sih dek.. jalan-jalan ke arendo park yuk “ ajak mas Revan. Arendo Park merupakan salah satu tempat berlibur dan rekreasi  yang menyediakan berbagai wahana yang mengasyikkan.
“ ha? Arendo park kak? Mauuuuuuuu “
“ yeee,, giliran ke arendo park aja langsung kegirangan “ omel kak Revan “ ajakin temen-temenmu juga enggak apa”
Cieh, sejak kapan? Bener sih keluargaku semua tau kalau aku memang dekat dengan Excell dan  Mia. Wah.. jangan-jangan modus nih buat ngedeketin Mia. Hahahahaha ah, ngaco aja deh aku ini.
“ hahahaha, iya deh boleh. Ntar aku ajak si Mia sama Excell “
“ okesip.. jngan lupa kasi tau,temen-temennya. Kumpulnya jam 6. Soalnya perjalanan dari sini ke Arendo park 2 jaman”
“ okeh, sip bos “
Akupun langsung menghubungi teman-temanku ketika Mas Revan telah menghilang dari balik pintu kamarku. Hem.. seneng sih bisa diajakin jalan bareng mas Revan, tapi tumben-tumbenan dia enggak bareng temen-temen bannya. Biasanya juga nongkrong sama mereka. Yah, Kak revan memang sejak sebulan terakhir ini bergabung dengan salah satu kelompok music di kotaku ini. Beruntunglah dia diajak gabung di band tersebut karena kelebihan suaranya yang bagus. Tinggal membawakan lagu-lagu yang telah mereka ciptakan. Rencananya satu bulan lagi mereka akan mewakili kota kami untuk lomba cipta lagu nasional di jambi bersama anggota bandnya dari sekolah-sekolah lain.
Tapi, whatever deh. Yang penting besok bisa jalan-jalan. Itung-itung refresing bentar sebelum ulangan tengah semester 2. Ngomongin soal smester jadi teringan tentang Azka.
Ku ambil kalender dudukku di meja belajar. Dan satu persatu tanggal yang telah aku lalui, aku beri tanda silang merah. Ini bertanda semakin berkurang hari-hariku dengan Azka. Kulihat bulan bulan selanjutnya.  Ya tuhan.. waktuku bersamanya hanyalah tinggal tiga bulan terakhir. Rasanya aku enggan ini semuaberakhir. Baru tiga bulan lalu aku bertemudengannya lagi. Tiga bulan lagi sudah akan berpisah. Singkat banget setelah dua tahun berpisah.  
Kunyalakan Ipod kesayanganku dan kudengarkan beberapa lagu favoritku. Semakin membuat hatiku tersentuh dengan lagu-lagu slow yang mengalun dari earphone tersebut. Dan akhirnya beberapa menit kemudian membuatku terlelap.
( ˘ ³˘)♥



Matahari mulai bersinar saat aku membuka mata. Akhirnya minggu pagi pun tiba. Aku segera bergegas mandi dan mempersiapkan segala keperluan yang akan aku bawa untuk berlibur hari ini. Saat tengahasim mandi, tampak suara Mia teriak-teriak memanggilku.
“ Ochaaa “
“ apaaaaaa !!! lagi mandi “ sahutku tak kalah keras dari arah kamar mandi
“ Cepetan. Udah mau jam 6 nih. Ntar kalo kesiangen gak asik juga tau “ protes Mia sembari mebgetok-ngetok pintu kamarmandiku.
“ iya-iya bentar napa “
Ya tuhan.. baru juga belum jam enam dia sudah tampak terburu-buru untuk berangkan ke Arendo. Haduh, semakin curiga deh gue. Jangan-jangan benar kali yak mereka berdua saling suka. Hahahaha tapi enggak papa deh, itu tandanya Mia bakal jadi kakakipar gue. Toh dia baik ini. Hahahaha khayalku dalam hati. Usai mandi, aku langsung bergegas siap-siap dan turun kebawah menuju halaman rumah. Disana sudah tampak Mas Revan, Excell, dan Mia menungguku.
Gila !! hari ini Excell tampak berbeda dari biasanya. Ada yang berbeda. Penampilannya kini semakin keren dan sulit untuk digambarkan. Entah apa-atau mungkin karena rambutnya habis dipotong dan tidak begitu gondrong lagi- dia tampak tampan hari ini dan aku suka. Nah lo, apaan sih. Ya memang sih, dia tampak tampan dengan balutan hem merah kotak2 halus dengan celana jeansnya. Rapih !!
“Lama banget mandinya “ protes Kak Revan tak sabaran
“ ya ela, baru juga jam 06.10 telat 10 menit ini “ belaku tak mau kalah.
Kali ini kami ke arendo dengan Mobil Honda jezz milik mama. Karna hari ini minggu, dan mama just stay dirumah, jadi kami memakainya. Dan aku sengaja menyuruh Mia yang duduk didepan menemani mas Revan. Walaupun dengan sedikit paksaan sih. Sedangkan aku sendiri di belakang bersama Excell. Di dalam perjalananpun sesekali aku dan Excell menjahilin mereka berdua yang sepertinya telah berhasil membuat Mia tersipu malu. Sedangkan Mas Revan sendiri masih tetap seperti gayanya yang kul dan sok acuh. Padahal aku yakin banget sebenarnya dia juga malu dan tengah berbunga-bunga. Gak salah sih kalo dia suka Mia. Seorang cewek lemah lembut, kalem dan sopan santun. Biarpun sesekali urakan, tapi dia masih tetap punya sopan santun dan merupakan anak yang rajin. Tipikan mantu idaman banget deh kalo dia. Itu karena dia memang sedikit punya keturunan darah Biru dari kakek buyutnya. Dan keluarganya memang mengajarkannya tentang tatakrama dan adat ala orang-orang kraton jawa. Jadi enggak heran kalo dia tipikan calon mantu idaman paraibu mertua. Beda ceritanya denganaku. Hahahaha

Tak Terasa beberapa jam kemudian-walaupun sempat tertidur sebentardimobil- akhirnya kamipun sampai ditujuan wisata kami. Hal pertama yang kami lakukan ketika sampai disana adalah mengelilingi tempat wisata tersebut untuk menikmati berbagai ilmu pelajaran khususnya tentang adat-adat yang ada di Indonesia. Mulai dari rumah adat, baju adat, dls. Disini terdapat buatannya. Ini memang pilihan Mia dan Aku. Sedangkan cowok-cowok itu hanyalah menuruti permintaan kami. Karna keinginan mereka lebih ingin langsung menikmati wahana-wahana seru yang ada ditaman rekreasi ini.
Sampai di rumah etnis adat jawa, aku sengaja menyuruh Mas Revan dan Mia untuk foto bersama didepan rumah adat bersama patungnya. Itung-itung jadi mak comblang mereka. Hahahaha. Namun sialnya, paska mereka berfoto-foto berdua, kini giliran aku yang dipaksa untuk foto bareng Excell. Yah, bukan masalah tentunya bagi kami berdua. Karna hubungan kami memang murni sahabatan sedari dulu. Aku dan Excell juga tak kalah seru dari Mas Revan dan Mia untuk berfoto-foto dengan berbagai pose dan gaya.
Kamipun melanjutkan liburan kami hari ini dengan asik dan suka cita. Berbagai wahana telah kami coba, mulai dari wahana air, roacoster, turnado, flying fox, dls. Dan kami cukup happy hari ini.
Namun disaat kami tengah asik berjalan melewati taman-taman yang berisi tentang berbagai miniature sejarah Indonesia, tiba-tiba hujan lebat turun seketika. Akhirnyaa kamipun berteduh di salah satu Gazebo yang ada di taman tersebut.
“ Udah, mendingan kita berteduh disini aja dulu. Dari pada besok sakit dan gak sekolah gara-gara kehujanan “ ajak mas Revan diikuti kami bertiga yang mulai duduk di gazebo tersebut.
Cuaca memang kurang bersahabat kali ini. Hujan yang turun begitu lebat dan disetai angin kencang. Beruntung hamper semua permainan dan wahana yang ada disini telah kami coba. Namun, Itu membuat tubuh kami justru basah kuyup walaupun sudah berteduh. Beruntung Mas Revan membawa jaket dan memberikan jaketnya yang tidak terlalu basah itu padaku karena aku sudah mulai kedinginan. Sedangkan Excell memberikan hem nya untuk Mia. Sedikit ada rasa kecewa sempat terbesit dihati ketika Excell memberikannya pada Mia. Walaupun aku tau, sebenarnya itu Merupakan isyarat dari Mas Revan untuk menghangatkan tubuh Mia dengan Hem milik Excell. Aku tau kalau mas Revan pasti dilemma. Antara memberikan jaket tersebut ke Mia dan Aku. Beruntunglah dia kakak yang baik dan masih peduli dengan aku.  Dan kini tinggal Mas Revan dan Excell yang basah kuyup hanya menggunakan Kaos oblong saja.
Beberapa menit hujan yang datang tak kunjung reda. Walaupun sudah tidak berangin seperti tadi, namun masih deras. Akhirnya, kamipun memutuskan untuk pulang dan kembali ke mobil.
Diperjalanan pulang, kami mampir disalah satu rumah makan lesehan karna kami semua kelaparan. Disana kami juga sempat berganti baju. Beruntung aku membawa pakaian ganti. Padahal tadi sudah hamper aku tinggalkan saja di atas kasur.
Aku memesan the hangat dan ayam bakar. Makan malam kita kali ini merupakan makan siang sekaligus makan malam kita. Hari yang cukup melelahkan dan penuh cerita memang. tapi sungguh menyenangkan.  Dan setelah makan malam, kamipun melanjutkan perjalanan dan aku terlelap didalam mobil.
( ˘ ³˘)♥


Minggu, 07 Oktober 2012

Arti Cinta :)) Part I


Satu ( ˘ ³˘)♥

Azka!! Orang yang sedari dulu-sejak awal masuk kelas  SMP- selalu membuatku meleleh ketika mendapatinya berada di hadapanku. Sosok pria muda dengan segala kesempurnaan yang telah tuhan anugrahkan kepadanya. Membuat setiap pasang mata yang melihatnya susah untuk berpaling. Yah, dan dia telah berhasil menjadi salah satu  Orang yang mampu membuat detak jantungku selalu kembang kempis dengan begitu cepat dan tak beraturan. Bola mata hitamnya yang begitu indah mempesona, membuatku seolah berhenti bernafas seketika menatapnya. Tatapan matanya yang tajam membuat setiap cewek yang melihatnya seolah meleleh begitu saja.
Yah, dialah Azka Denies Ben Casanino. Anak kelas XII Ia 5. Dua  tingkat di atasku. Kali ini kita ditakdirkan sekolah di sekolahan yang sama. Entah apa yang membuat lelaki ini bisa berada di  sekolah ini. Dia menjadi murid baru di sekolah ini. Tepatnya dikelas XII IPA 5. Enggak heran juga sih, sekolahku –Harapan Bangsa- memang menjadi salah satu SMA favorit di kotaku. Namun,  Bagaimana tidak terkejut? Pasalnya, selepas lulus SMP dia pindah ke London bersama orang tuanya, dikarenakan sang ayah sedang bertugas di KBRI London. Suatu kebahagiaan tersendiri tentunya bagiku bisa satu sekolah lagi dengannya. Bahkan, sekalipun terdapat banyak gurat perubahan diwajahnya, akupun masih dapat mengenalinya seperti Azka yang ku kagumi dulu.
Terlintas kembali kejadian tadi pagi saat pertama kalinya aku bertemu dengan Azka-setelah acara perpisahan angkatannya di SMP- yang masih cukup berkesan untukku.
“Kamu bawa flashdisk kakak?” Tanya kak Revan dari sebrang telpon yang membuat langkahku terhenti diujung koridor sekolah.
“ha? Kayaknya sih enggak kak, tapi bentar deh aku cek lagi ditas” balasku sembari mengobrak-abrik isi tas Ranselku berusaha mencari barang yang dimaksud. “eh iya kak, flashnya ada di Aku nih” timpalku sembari nyengir kuda dengan perasaan sedikit bersalah (*ehh) . Aku tau, kak Revan mungkin sedang membutuhkan flas ini karna terdapat proyek maketnya untuk tugas praktek TIk.
“aduh dek, gimana sih. Yudah, kakak puter balik arah kesekolahmu. Tungguin di gerbang. Ntar keburu telat nyampe sekolah” protes kak Revan yangdiikuti dengan bunyi telpon pertanda mati.

Haduh, beruntunglah tadi pagi kak Revan ngajak berangkat lebih awal dari biasanya. Kalo tidak bisa jadi kami berdua sama-sama telat masuk kelas gara=gara flashdisk kakrevan kebawa aku.
Dengan langkah lebar, aku menuju gerbang sekolah menunggu kedatangan Kak Revan, sembari membereskan beberapa buku yang sempat aku keluarkan gara-gara mencari Flasdisk tadi. Namun sungguh malangnya nasibku kali ini. Saat sudah hamper mencapai gerbang sekolah, ada seorang siswa yang tak sengaja menyerempetku dengan motoryang dikendarainya sehingga membuat buku-buku yang tak sempat aku masukkan tadi berceceran di paving halaman sekolah.
Dengan besarhati, ku punguti buku-buku itu tanpa mengharapkan lelaki yang menyerempetku tadi berjiwa pahlawan mau membantuku untuk memungut buku-buku ini. Namun tuhan berkata lain, ternyata laki-laki itu datang menghampiriku dan duduk tepat dihadapanku.
hmm.. syukur deh, kalo masih nyadar diri mau bantuin buat beresin nih buku.syukurku dalam hati. Namun sedetik kemudian sesuatu telah terjadi ketika lelaki itu membuka helmnya dan menyerahkan buku-buku yang dipungutnya kepadaku.
Dagdigdug. Sungguh, irama detak jantungku kini mulai tak beraturan.lelaki itu menatapku tajam namun tak berekspresi. Tatapan matanya, raut mukanya. Yah, aku sangat mengenali sosok ini. Sosok yang selalu aku impikan semenjak dua tahun terakhir. Membuat perasaanku kacau balau saat itu. Senang, sedih, bahagia. Semua campur menjadi satu. Bagaimana tidak, seorang Azka Denies ben Casanino kini berada nyata dihadapanku. Tuhan, bantulah aku mengendalikan diriku ini. Jangan biarkan aku pingsan di sini.
“Sorry, aku enggak sengaja” kata Azka yang membuatku tersadar dari lamunanku tentangnya.
Ya ampun. Ternyata dia masih tidak berubah. Selalu baik hati kepada siapapun yang lemah dan benar. Tetapi masih dengan gayanya yang cool dan tidak terlalu banyak Expresi dan bicara.
“oh.. iiya kak. Enggak apa, makasih ya” balasku tak kalah gugupnya berhadapan dengan dia seperi ini.
Azka langsung kembali kemotornya setelah memberikan tumpukan buku-buku itu yang sempat berserakan. Dan tanpa basa-basi lagi dia melesat pergi Dari hadapanku bersama motornya.
Yah, begitulah kurang lebih kejadian tadi pagi. Berawal dari flashdisk kak Revan. Ternyata membawa keberuntungan untukku. Mungkin tuhan memang menakdirkan kita berjodoh. Atau mungkin tuhan ingin mengujiku dengan menyiksa batinku karna mulai hari ini, mungkin tiap kali aku berpapasan dengannya. Seperti kebiasaanku waktu SMP dulu. terang saja cukup menyiksaku, pasalnya dia hanya mampu kukagumi dari jauh saja tanpa dia  tau sedikitpun apa yang kurasa. Nyesek banget sob :’(
Tapi walaupun begitu, sebenarnya aku sudah cukup bersyukur banget bisa bareng satu sekolah lagi sama si doi. Setiap saat aku bisa mengawasi tiap gerak tingkah lakunya saat jam istirahat. Sejak mengenal dia, lebih tepatnya aku yang mengenali dia, jam istirahat merupakan jam yang selalu ku tunggu-tunggu. Bagaimana tidak, setiap kali istirahat itu  pertanda pula aku bias curi-curi pandang mengawasi tiap gerak-gerik tingkah lakunya dari kejauhan. Menatapnya sedang tersenyum dan tertawa kecil bersama teman-temannya. Anugrah banget aku bisa mendapatkan momen seperti itu.

Sejauh ini, dia menjadi salah satu mahluk tuhan tersexy dalam hidupku.
 ( ˘ ³˘)♥

“Hayo.. lagi ngapain?”
Seketika aku tersedak minuman yang ku sedot perlahan-lahan sembari menikmati pemandangan indah di sudut kantin yang lain. Ya disana terdapat si Azka bersama teman-teman kelasnya. Sesuai dugaanku sebelumnya. Sejak pertemuan kami yang pertamakalinya setelah sekian lama, aku selalu melakukan rutinitasku lagi seperti sediakala-waktu SMP. Seminggu pasca dia bersekolah disini, pojok kantin dekat warung mbok minah itu kini memang menjadi tempat favorit Azka nongkrong bersama teman-teman barunya.
            Kutatap Seorang cowok berambut hitam lebat, dengan aksen orang Indonesia tulen tampak di wajah itu. Ya, dia Excell teman sekelasku kini datang bagai pengganggu mimpi indahku bersama Mia. Yah, mereka berdua memang teman baikku di kelas.
            “ah, sial lu. Ngagetin tau. Apaan sih?” tanyaku sedikit kesal sembari membersihkan beberapa tetes tumpahan air minum di rok sekolahku. “seneng banget ya bikin orang mati tersedak?”
            “yailah, gitu aja ngambek kamu cha” celah Mia
            “iya deh sory sory” Excell memohon dengan mukanya yang di bikin sok unyu.
            “demi apa kamu minta maaf. Di Dunia gak ada yang gratis tau” balasku sebal
            Excel hanya menyeringai. Sembari ngambek, diam-diam aku curi pandang kea rah Azka bersama teman-temannya. Namun sungguh tidak beruntungnya diriku. Kali ini Excell benar-benar menjadi mimpi burukku. Azka telah raib dari pandangan mataku.
( ˘ ³˘)♥
Lelaki itu selalu membuatku mati gaya.